Calon presiden dari kubu petahana Joko Widodo telah memilih KH Ma’ruf Amin sebagai pendampingnya dalam bursa pemilu tahun depan. Alasan Jokowi memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu adalah tokoh bangsa yang telah menduduki sejumlah posisi penting di lembaga negara, mulai DPR hingga Wantimpres. Hal itulah yang menjadikan Jokowi jatuh hati hingga akhirnya memilih berpasangan dengan Ma’ruf Amin.
“Ma’ruf Amin, lahir di 11 Maret 1943, adalah sosok sebagai tokoh agama yang bijaksana. Beliau duduk di legislatif sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Wantimpres, Rais Aam NU, dan Ketua MUI, Majelis Ulama Indonesia,” kata Jokowi di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).
“Dalam kaitannya dengan kebinekaan, Prof Dr KH Ma’ruf Amin saat ini menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila,” lanjutnya.
Presiden Joko Widodo memulai kalimat pembukaan yang membuat seluruh masyarakat yang menantikan detik-detik pengumuman tersebut dengan nada tenang dan mantap.
“Dengan mempertimbangkan masukan-masukan dan saran dari berbagai elemen masyarakat… maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai-partai koalisi yaitu Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai calon wakil presiden periode 2019-2024 adalah Profesor Doktor KH Ma’ruf Amin,” ungkap Presiden Joko Widodo.
Setelah dirinya ditunjuk sebagai cawapres untuk mendampingi Joko Widodo dalam pilpres 2019, Ma’ruf Amin menuju kantor PBNU pada Kamis (09/10) malam. Ma’ruf menjumpai wwartawan yang memberondongnya dengan sejumlah pertanyaan.
“(Kamis) sore saya ditelpon Sesneg (Mensesneg Praktikno),” kata Ma’ruf
“Sebelumnya saya ditanya, maukah jadai cawapres alternatif? (Saya jawab) Siap!” ungkapnya.
Mengapa Ma’ruf bersedia ? “Loh, kan berarti saya harus mengabdi kepada negara. Panggilan negara…”
Selamat datang pak Cawapres…
Foto : Okezone news































