Masterpiece NKRI – Menjaga generasi dari arus radikalisasi

1
Beberapa pengisi acara dan narasumber Diskusi Kebangsaan "Bersama Menjaga Keutuhan NKRI"

Masterpiece NKRI Pancasila, sebuah organisasi yang terdiri dari berbagai elemen kelompok masyarakat, mereka bergabung untuk berkontribusi dalam memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Salah satu kegiatan rutinnya adalah menggelar acara doa bagi bangsa dan diskusi publik untuk menanamkan nilai nilai Pancasila dan implementasinya di tengah tengah masyarakat

Kali ini komunitas Masterpiece NKRI Pancasila menggelar kegiatan diskusi kebangsaan yang terbuka bagi publik di masjid raya KH Hasyim Ashari, masjid ini merupakan masjid raya yang pertama kali dimiliki oleh pemprov DKI Jakarta yang pembangunannya dilakukan saat Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Selain diskusi publik, acara yang dihadiri oleh para santri dari pondok Ashidiqiyah Jakarta ini juga di isi dengan nonton bareng film “Jihad Selfie” tentang bahaya radikalisme lewat media sosial karya Yayasan Prasati Perdamaian.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini paham radikal tumbuh subur dan berkembang di kalangan anak anak muda. Untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa ini, perlu perhatian dari banyak pihak sebagai upaya untuk menangkal penyebarannya di kalangan para pelajar.

KH Zuhri Yaqub yang juga merupakan salah satu pendiri FPI yang kini dikenal menjadi seorang nasionalis hadir dalam diskusi publik ini sebagai salah satu narasumber.

Wahid Institute dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pernah mengadakan penelitian pada tahun 2016 yang kemudian dipublikasikan, hasilnya cukup mengejutkan.

Sebanyak 0,4 persen dari masyarakat Indonesia yang disurvei mengaku pernah melakukan tindakan radikal. Sementara sebanyak 7,7 persen mengaku bersedia melakukan tindakan radikal di masa depan.

Memang kelihatannya angka angka ini tergolong kecil persentasinya bila dibandingkan dengan jumlah seluruh masyarakat Indonesia.

Namun sesungguhnya jumlah tersebut sangat mengkhawatirkan, karena jumlahnya sama dengan total jumlah penduduk Jakarta ditambah penduduk Bali yang mencapai 11 juta jiwa

Berdasarkan survei tersebut, ternyata justru laki-laki yang masih berusia muda adalah kelompok yang paling rentan menjadi radikal. Sementara perempuan rentan menjadi intoleran.

Lingkungan pergaulan dan era kebebasan informasi menjadi salah satu celah yang sering dimanfaatkan oleh kelompok kelompok tertentu sebagai sarana radikalisasi generasi muda

Generasi muda terutama kalangan pelajar, baik itu di sekolah modern atau pun di pondok pondok pesantren menjadi target utama radikalisasi. Ini dikarenakan para kelompok pelajar ini sedang dalam masa masa transisi, butuh sarana aktualisasi diri serta keingintahuan yang tinggi terhadap banyak hal sehingga sangat rentan untuk dipengaruhi.

Laju zaman tak bisa kita bendung, serbuan berbagai platform media sosial semacam facebook, youtube dan instagram pun bukan lagi hal yang asing bagi para pelajar kita, bahkan bukan hal yang tabu bagi para santri di berbagai pondok pesantren

Para pelajar dan santri harus diberikan pengertian bahwa tidak semua hal yang mereka baca dan lihat di media sosial itu adalah sebuah kebenaran dan bermanfaat bagi dirinya.

Nyatanya media sosial kita saat ini marak digunakan untuk menyebarkan paham radikal dan intoleran, ajaran yang menghalalkan darah sesamanya, ujaran kebencian terhadap suatu suku agama dan ras, atau sebagai sarana yang digunakan untuk menebar hoax, sampai penghinaan dan hujatan permusuhan terhadap pemerintah dan lambang lambang negara

Beberapa personel dari kelompok Masterpiece NKRI Pancasila tampak hadir menjadi pengisi acara diskusi publik ini.

Beberapa diantaranya adalah Eko Kuthadi, penulis yang kental dengan nuansa satir dalam setiap tulisannya, namun juga diselingi dengan humor yang mengocok perut para pembacanya. DR. Ade Armando, seorang akademisi senior di bidang ilmu komunikasi yang mengajar di Universitas Indonesia. Jajang C Noor, artis kawakan yang malang melintang di industri seni tanah air dan sering memenangkan penghargaan di bidang seni, serta para personel masterpiece lainnya

Kehadiran Permadi Arya, yang akrab dipanggil Ustad Abujanda membuat kegiatan diskusi ini semakin seru. Nama Ustad Abu Janda Al Bollywood sebenarnya adalah ciptaan Permadi Arya sebagai bentuk sindiran dan plesetan dari nama Abu Jandal, seorang panglima isis asal Indonesia di Suriah.

Dalam setiap tulisannya di akun Ustad Abu Janda, Ia melakukan perlawanan terhadap kelompok radikalis dan intoleran dengan cara yang unik, yakni melalui tulisan satir dan parodi yang seru dan mengandung humor.

Psikolog Ratih Ibrahim juga turut hadir memberikan semangat secara psikologis dan mengisi sesi tanya jawab dengan para santri yang masih di usia labil dan banyak yang mengalami kegalauan dan dilema eksistensi diri di sosial media.

Chico Hakim, salah satu pendiri PAN, sosok yang dipercaya menjadi bendahara Masjid Raya KH Hasyim Ashari mengingatkan mengenai pentingnya kesenian dan olahraga untuk menangkal radikalisme, juga keberanian yang ada dari dalam diri sendiri, karena tanpa keberanian seseorang dapat menjadi pengikut kelompok yang jahat, menutup mata atas kebathilan bahkan melakukan apapun di bawah tekanan

Kegiatan diskusi publik ini merupakan kelanjutan dari acara sejenis yang digelar oleh Masterpiece NKRI Pancasila sebulan yang lalu di tanggal yang sama.

Kegiatan doa bagi bangsa dan diskusi yang di inisiasi oleh I Wayan Sudirtha ini akan terus diadakan setiap bulan di tanggal yang sama untuk memperingati vonis bersalah yang dijatuhkan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Baca juga : Kasus Ahok dan kebebasan berpendapat

“Setiap tanggal 9 kita akan rutin menggelar kegiatan doa untuk bangsa sebagai bentuk  keprihatinan atas vonis bersalah yang dijatuhkan terhadap Ahok, dan acara seperti ini akan terus berlangsung sampai Ahok selesai menjalani masa tahanan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok” Ujar wayan sebulan yang lalu saat menjadi pengisi acara dalam kegiatan serupa.

Generasi muda adalah asset bangsa yang sangat berharga bagi kelangsungan dan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia, oleh sebab itu mari sama sama kita jaga, karena kita semua Cinta Indonesia.

 

*Sumber : Masterpiece NKRI Pancasila

  • jessica lim

    Guys, maaf numpang share ya…silahkan kunjungi website saya http://www.sukaho.com , Dijamin anda tidak akan rugi !! kunjungi sekarang. Thanks 🙂