Felix Siauw ditolak di Semarang

0
Felix Siaw ustadz Khilafah
Felix Siauw dalam sebuah acara bedah buku "Khilafah" (Foto: Humas. Brawijaya)

Felix Siauw adalah seorang ustadz etnis tionghoa – Indonesia, belakangan ini namanya sering terdengar karena keterlibatannya dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia

Pada tanggal 8 Juli 2017, Felix Siauw dijadwalkan akan menghadiri pengajian di Masjid At-Taufiq, Kota Semarang, serta acara halalbihalal di Universitas Sultan Agung Semarang keesokan harinya

Namun rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena adanya penolakan dari berbagai organisasi masyarakat yang ada di kota semarang.

Sejumlah organisasi masyarakat tersebut adalah Bantuan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Semarang, Ganaspati dan Patriot Garuda Nusantara (PGN)

Mereka menganggap bahwa Felix Siauw adalah corong Hizbut Tahrir Indonesia – organisasi Islam yang saat ini sedang dikaji pembubarannya oleh pemerintah. Kedatangannya ke semarang dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan di masyarakat

Felix lahir dan tumbuh di lingkungan non-muslim. Ia baru mengenal Islam pada tahun 2002 lalu, saat masih kuliah di Institut Pertanian Bogor. Pada akun sosial media Twitter miliknya ia menuliskan dengan jelas menginginkan tegaknya syariah-khilafah

Selain itu, di dunia maya Felix juga sering melemparkan cuitan yang menimbulkan kontroversi dan provokasi di masyarakat. Statement nya yang secara terang terangan anti Pluralisme juga mendapat kecaman dari berbagai pihak

Juru bicara Patriot Garuda Nusantara (PGN), M Mustofa Mahendra mengatakan bahwa penolakan tersebut didasarkan pada keresahan warga masyarakat Kota Semarang atas ceramah-ceramah Felix Y Siauw yang kerap memprovokasi masyarakat untuk membenci penganut paham keagamaan yang berbeda dan umat non Islam.

Felix dinilai kerap menyampaikan propaganda mengganti dasar Negara Indonesia menjadi khilafah. Mustofa Mahendra juga menyampaikan bahwa “Siapapun yang hendak mengganggu NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika, maka harus berhadapan dengan kami,”

Untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan, Polrestabes Semarang melakukan mediasi dengan sejumlah ormas tersebut dan juga pihak penyelenggara acara.

Setelah dilakukan mediasi, akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa panitia membatalkan kehadiran Ustadz Felix Siauw ke Kota Semarang

Terkait dengan pembatalan ini, melalui akun twitternya Felix Siauw menyisipkan link ke sebuah artikel berisi tanggapannya yang dimuat di sebuah situs media online.

Dalam artikel tersebut ia mengatakan : “Alasannya membuat saya tersenyum, di situ dituliskan beberapa alasan, “Ustadz Wahabi Takfiri”, “Corong HTI”, “Anti-Pancasila”, “Anti-NKRI” dan monsterisasi lainnya. Tak lupa di situ ditulis alasan “akan menimbulkan keresahan dan konflik horizontal, bagi masyarakat Indonesia umumnya dan Muslim pada khususnya,” kata Felix mengutip alasan ormas yang menolaknya

Selanjutnya ia juga menuliskan “Mengenai alasan menolak saya sebab saya anggota HTI dan HTI sudah dilarang oleh negara. Maka saya tegaskan, saya bersama HTI sejak 2007, sebagai anggotanya. Dan sampai saat ini HTI belum dilarang oleh negara, terlepas usaha kriminalisasi yang dibuat terhadapnya, masih dalam proses dan jalur hukum, yang harusnya dihormati”

Pada artikel tersebut Felix Siauw juga menyindir organisasi masyarakat yang menolak kehadirannya

“Berbicara tentang toleransi, kita menyayangkan ada kelompok dan ormas yang begitu hebat berbicara tentang toleransi, tapi di sisi lain paling intoleran terhadap saudara seiman. Bila terhadap non-Muslim yang datang saja disambut, ide-ide syiah dan komunis dianggap wacana, bukankah harusnya terhadap yang beriman lebih lembut dan terbuka ?”

Anggota Patriot Garuda Nusantara Jawa Tengah Yunantyo Adi menyatakan bahwa pihak ormas tidak mempermasalahkan acara pengajian dan halal bihalal, namun mereka secara tegas menolak kedatangan Felix Siauw dan simpatisan HTI yang ada di Semarang.

Sementara itu, panglima komando pusat Patriot Garuda Nusantara (PGN), KH Nuril Arifin Husein atau yang biasa dipanggil Gus Nuril, memang dikenal sering menyuarakan penolakannya terhadap kelompok masyarakat yang berupaya mengganti ideologi negara Pancasila

Gus Nuril yang juga adalah pengasuh Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Sokotunggal, Cipinang, mengatakan bahwa seluruh anggota ormas PGN baik yang di Jakarta maupun yang ada di daerah, akan berdiri menjaga serta mengawal Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pihak pihak yang mencoba mengusiknya.

“Kami adalah putra-putri Bumi Nusantara yang memiliki kekayaan akar tradisi dan spiritualitas kebangsaan sebagai identitas diri kami dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika” ujarnya dalam suatu pertemuan kebangsaan di pesantren Sokotunggal, Cipinang.

Artinya, siapapun atau kelompok manapun yang tidak menghargai perbedaan dan berseberangan dengan Bhineka Tunggal Ika, apalagi berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah maka akan berhadapan dengan Patriot Garuda Nusantara, Nahdlatul Ulama serta sayap organisasi yang ada didalamnya.