Berkendara di jalan umum, sejumlah pasal hukum yang harus dipatuhi bila tidak mau kena perkara

0
52

Di penghujung tahun 2021 publik dikejutkan oleh berita mengenai kecelakaan fatal yang terjadi pada Vanessa Angel dan Bibi suaminya. Dua tahun sebelumnya dan hingga saat ini pun kejadian yang menimpa almarhumah Laura Anna akibat kecelakaan mobil yang dikemudikan oleh Gaga Muhamad masih berproses hukum.

Mobil adalah salah satu kendaraan vital di Indonesia khususnya Jakarta dan kota-kota besar. Untuk menempuh dari suatu tempat ke tempat lainnya, mobil merupakan kendaraan multifungsi. Daya tampung melebihi motor, sarana jalan juga banyak tak sebanyak kendaraan lainnya, bahkan bisnis memproduksi otomotif bertajuk mobil, ramai dan selalu banjir seri/tipe baru. Persaingan dunia bisnis otomotif ketat. Hampir tiap tahun ada belasan bahkan puluhan mobil seri/tipe baru diusung oleh beragam perusahaan otomotif.

Sedemikian mudahnya untuk memiliki mobil dengan berbagai cara, cash atau kredit dengan angsuran yang ‘penuh iming-iming’. Kalau dipikir-pikir, ganti mobil sama maraknya seperti ganti motor atau handphone. Kembali kepada kasus Vanessa Bibi dan Laura Gaga, catatan perkara yang masih bergulir dalam proses hukum secara garis besar adalah tidak mengindahkan aturan berkendara dalam hal ini menyetir mobil.

Untuk bisa menyetir mobil, seseorang harus memiliki SIM ( Surat Ijin Mengemudi ). Itu pasti dan jelas tertuang dalam UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 77 ayat 1: “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan.” Jadi, hal mendasar tanpa SIM menyetir mobil, jelas pelanggaran hukum.

Baik supir Vanessa Bibi maupun Gaga sesuai data memiliki SIM ( hal ini tidak dibahas lebih lanjut dalam perkara ). Namun, mengendarai atau menyetir mobil dengan adanya unsur kelalaian, agaknya bisa dikatakan keduanya melakukan hal serupa. Mari kita tilik pasal 310 dan 311 dari UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009 :

“Pasal 310 ayat [4] UU LLAJ diatur bahwa setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat diancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 juta”

Sedangkan berikut bunyi Pasal 311 UU LLAJ:  

  1. Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah).
  2. Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/ atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp4.000.000,00 (empat juta rupiah).
  3. Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah).
  4. Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau denda paling banyak Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).
  5. Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

Jadi menilik kasus Vanessa Bibi dan Laura Gaga, jelas kuncinya adalah membuktikan supir dan si pengemudi telah melakukan ‘kelalaian”. Tentunya ini merupakan tugas Jaksa Penuntut Umum dan Hakim dalam persidangan.

Sebagai tambahan dalam artikel ini, beberapa pasal yang dirangkum untuk wajib diketahui bagi pengendara mobil atau motor agar tidak terjerat hukuman ( jumlah denda dan kurungan menyesuaikan putusan hakim )

  1. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281)
     
  2. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 288 ayat 2)
     
  3. Setiap pengendara kendaraan bermotor yang tak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 280)
     
  4. Setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 285 ayat 1)
     
  5. Setiap pengendara mobil yang tidak memenuhi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu rem, kaca depan, bumper, penghapus kaca dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 285 ayat 2)
     
  6. Setiap pengendara mobil yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan berupa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 278)
     
  7. Setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 1)

8.Setiap pengendara yang melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi atau paling rendah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 287 ayat 5)
 

9. Setiap pengendara yang tidak dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu (Pasal 288 ayat 1)
 

10. Setiap pengemudi atau penumpang yang duduk disamping pengemudi mobil tak mengenakan sabuk keselamatan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 289)
 

11. Setiap pengendara atau penumpang sepeda motor yang tak mengenakan helm standar nasional dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 291 ayat 1)
 

12. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 293 ayat 1) 
 

13. Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100 ribu. (Pasal 293 ayat 2)
 

14. Setiap pengendara sepeda motor yang akan berbelok atau balik arah tanpa memberi isyarat lampu dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu (Pasal 294)

Jadilah pengemudi yang patuh, berkendaralah dengan aman. Ride On !

SHARE
Previous articleDon’t Worry be Happy Welcome 2022!
Next article5 Cara Mencintai Diri Sendiri
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Indonesia Ministries. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.