LIMA, judul sebuah film yang marak diputar di sinema atau bioskop garapan Lola Amaria dan kawan-kawan, mampu menyuguhkan sesuatu yang tepat  ‘ in the right time’.

Ditengah kegaduhan antar manusia dengan kemajemukan yang tak terelakkan, maka LIMA tampil untuk tidak hanya sekedar gaya-gayaan para sineas untuk bekerja di bidang seni, namun merupakan gerak cepat para pekerja seni ( film dalam hal ini ) untuk menjadi ‘penengah’ dalam tanda tanya serta kebingungan masyarakat yang terbelah-belah. Meluncur di beberapa bioskop dalam menyambut hari lahirnya Pancasila, film ini patut ditonton oleh keluarga dan bersifat edukatif tanpa menggurui atau mempengaruhi.

Lola Amaria tidak sendiri sebagai sutradara, ada nama lain yaitu Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanto Dewo. “Ini menarik banget buat penonton dan kita tertantang karena belum pernah bikin kaya ini juga. Enggak gampang lo urus ini, kami menyatukan lima sutradara, saya harus mengikuti proses krearif dari awal saya harus support masing-masing director tanpa harus over budget,” kata Lola.

Shalahuddin pernah membuat film-film dokumenter Negeri Dibawah Kabut dan Nokas, diminta sebagai sutradara di sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Sementara Tika yang sering sebagai sutradara videoklip, iklan komersial dan film pendek Sanubari Jakarta mennjadi sutradara sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sedangkan Lola menggarap sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Harvan peraih  penghargaan internasional untuk film pendeknya yang berjudul Pangreh ini menggarap sila keempat Pancasila, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan Dalam Permusyawaratan, Perwakilan.  Adriyanto yang menjadi sutradara sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, padalah peraih penghargaan Piala Citra FFI  sutradara terbaik  film Tabula Rasa.

Film berdusari 90 menit mencoba mengajak penonton untuk mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Film ini kan sebenarnya nilai-nilai Pancasila yang divisualkan,” kata Lola Amaria lebih lanjut.

Yuk nonton mumpung bulan puasa dan ajak keluarga sambil ngabuburit !

 

foto : Ayi Putri Tjakrawedana dan David Brian Honaker , lokasi : XXI Plaza Senayan

 

 

 

Artikel sebelumnyaMalaysia Dalam Kamera
Artikel selanjutnyaMARIA LEEDS SANG PENARI
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Indonesia Ministries. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.