SAYACINTAINDONESIA – Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju (KIM) mendukung sepenuhnya dunia pendidikan Indonesia, terutama pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). OASE KIM mengajak seluruh guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT)agar anak-anak dapat kembali belajar dan bersosialisasi di sekolah.
Pada gelaran acara Hari Inspirasi OASE KIM, Kamis (4/11), Bunda PAUD Nasional, Wury Estu Ma’ruf Amin – mewakili bunda PAUD seluruh Indonesia – menyampaikan bahwa untuk menguatkan tekad pemulihan PAUD berkualitas ada tiga aksi yang harus dilakukan.
Aksi pertama adalah menciptakan lingkungan yang kaya keaksaraan baik di sekolah maupun di rumah. Untuk implementasinya bisa dilakukan dengan membacakan buku kepada anak secara rutin. Hal ini dapat meningkatkan minat anak terhadap membaca buku.
Aksi kedua adalah kerja sama antara orang tua, mitra, dan pakar untuk mendampingi satuan PAUD dalam melaksanakan PTMT dan PJJ. Dalam hal ini, orang tua bisa menyuarakan pendapatnya terkait sistem pembelajaran yang efektif untuk anak saat PTMT kepada pihak sekolah.
Terakhir, aksi yang ketiga adalah meningkatkan dan membuka akses anak seluas-luasnya terhadap bahan bacaan. Aksi ini bisa dilakukan dengan pembenahan dan penambahan koleksi buku di perpustakaan setiap satuan PAUD. Selain itu, bisa juga di agendakan untuk mengadakan perpustakaan keliling atau pembangunan taman bacaan yang mudah di jangkau.
Sebagai salah satu yang hadir, Wakil Ketua Bidang I OASE KIM, Franka Makarim berharap dengan adanya tiga aksi bergerak bersama ini, orang tua menjadi lebih yakin dalam melaksanakan PTM terbatas untuk anak-anaknya yang berusia dini.
“Saya harap orang tua tak terlalu khawatir mengizinkan anak mengikuti PTM terbatas karena proses pembelajaran telah ditata secara komprehensif untuk dijalankan secara aman dan nyaman. Pemerintah sudah mengaturnya dalam kebijakan SKB 4 Menteri. Sudah ada protokol kesehatan ketat, ini tinggal bagaimana gotong royong orang tua, sekolah, anak dan pemerintah untuk menyukseskan PTM terbatas,” ujar Franka yang tertuang dalam press release Kemendikbud 674/Sipres/A6/XI/2021.
Klik di sini untuk informasi-informasi lainnya.
Foto : Siaran Pers kemendikbud 674/Sipres/A6/XI/2021































