SAYACINTAINDONESIA — Pernah tidak membayangkan, apa jadinya dunia tanpa tanda tanya atau tidak pernah ada yang namanya pertanyaan? Mungkin semua kemajuan yang berkembang di dunia ini tidak akan pernah ada. Dan yang lebih parah, kita semua mungkin masih terjebak hidup di hutan tanpa kemajuan. 

Semua hanya dari satu simbol ini (?). Iya, tanda tanya .

Satu simbol penting yang mampu melahirkan ilmu-ilmu yang kita kenal sekarang dan mengantarkan kita manusia, nasibnya menjadi begitu berbeda dengan spesies-spesies lain yang pernah hidup sebelumnya. 

Disaat kita semua sibuk dengan ilmu-ilmu yang ada sekarang, hanya sedikit dari kita yang belajar dan merasakan simbol penting (tanda tanya) ini. Oleh karena itu, kali ini Saya Cinta Indonesia akan membahas tentang dari mana ilmu pengetahuan berasal. Sebuah ilmu yang menjadi induk dari semua pelajaran yang ada di sekolah kita sekarang. Inilah, Filsafat.

Filsafat itu singkatnya adalah ilmu tentang cara berpikir. Bayangkan cara berpikir itu adalah semacam roda yang bergerak di kepala kita yang mempengaruhi bagaimana kita menjalani hidup. Cara berpikir bisa senyata itu mempengaruhi dan merubah hidup kita.

Jadi, filsafat itu intinya adalah ilmu yang membantu kita membuka lebih banyak lagi cara berpikir dalam hidup kita. Umumnya, dalam ilmu filsafat kita mempelajari cara-cara berpikir ini dari para filsuf, pemikir, dan ilmuwan hebat dari seluruh zaman dan seluruh dunia. Akan tetapi, kita juga bisa belajar filsafat dengan coba menjawab pertanyaan-pertanyaan besar tentang hidup dan dunia.

Pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang asal-usul alam semesta melahirkan ilmu fisika, pertanyaan tentang bagaimana cara menjalankan negara yang baik melahirkan demokrasi dan Pancasila, pertanyaan tentang cara menjalankan pertandingan yang adil melahirkan permainan sepak bola, hingga pertanyaan tentang bagaimana cara hidup yang baik dan benar melahirkan pemahaman dan keyakinan. Itulah guna filsafat di dunia, bahwa semua lahir dari pertanyaan. Filsafat sangat penting karena ini merupakan sebuah pondasi kuat untuk mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Banyak anggapan bahwa belajar filsafat itu membuat kita jadi tidak beragama dan gila padahal, tidaklah begitu. 

Ada seorang ilmuwan cemerlang Indonesia bernama Al Makin dan dia adalah ahli fisafat. Tapi, meskipun belajar filsafat, saat kecil Ia justru besar di pesantren hingga Ia besar ke madrasah. Disana, teks-teks kuno Arab sampai Yunani Ia lahap semasa sekolah. Hingga akhirnya, itulah yang membuat Ia jatuh cinta dengan filsafat yang selalu bertanya secara mendalam dan kritis.

Beliau menyatakan bahwa filsafat bukan lah hanya ilmu yang mengawang-ngawang, keragaman adalah sesuatu yang nyata dihadapi warga Indonesia, dan itulah yang menjadi misi hidupnya. Ia mengajarkan cara berpikir lewat bertanya dan berdiskusi, bukan dengan peluru.

Ada juga alasan kenapa gelar tertinggi dalam pendidikan dinamakan PhD, karena untuk mengingatkan pada dunia sepintar-pintarnya seseorang di suatu bidang untuk kesana, Ia pasti juga mempelajari filsafat sebagai pondasi ilmunya. Oleh karena itu, sekalipun filsafat jarang atau bahkan tidak diajarkan di sekolah, bawalah semangat untuk terus berani bertanya. 

Memang, beberapa orang mungkin akan jengkel atau bahkan memusuhi kalian. Tapi, itulah yang juga dialami oleh para filsuf di dunia yang berani bertanya. Pada akhirnya, mereka pun menang dan orang kagum akan rasa ingin tahu mereka.

Itulah mengapa, jika kalian adalah orang yang suka berani bertanya akan hal-hal besar dan mendalam, jangan takut untuk mulai mempelajari Filsafat.

Gambar: Unsplash