Belajar Bahasa Indonesia bagi orang asing, sesulit apakah ?

0

Sore hari saat senja mulai turun,  komunitas anak-anak muda berkumpul di perpustakaan milik pemerintah yang nyaman dan mengakrabkan satu sama lain. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada yang mesih sekolah, kuliah dan bekerja. Acara rutin mingguan ini telah diadakan bertahun-tahun lamanya.

Salah seorang anggota komunitas yang diberi nama Britzone, Nenny menjadi pihak yang in charge menggelar diskusi sore itu, 18 Juni 2019. ” Ini kegiatan pertama setelah kita berlibur panjang Idhul Fitri kemarin ” jelas Nenny yang juga bekerja di sebuah perusahaan asuransi. Setiap acara, pembicara atau tamu yang diundang berbeda. “Kami disini melakukan semuanya sukarela, berbagi ilmu dan pengalaman ” imbuhnya.

Pada kesempatan hari itu Britzone mendapat tamu istimewa, pembicara seorang native speaker asal Amerika Serikat, Mr David Brian Honaker. Mr Honaker berbagi kisah selama menetap di Indonesia 1,5 tahun tentang bagaimana upayanya untuk dapat berbahasa Indonesia.

“My journey began almost 2 years ago, in November 2017. After I retired we moved here to live in Indonesia. My wife is from here and my stepdayghter lives here also too ” Mr Honaker membuka sesi sharing nya. Mr Honaker adalah pensiunan dari kantor VA yang berada dibawah pemerintahan Amerika Serikat. Dikarenakan ia memutuskan akan lebih lama di Indonesia ketimbang di US walaupun ia masih berwarganegara Amerika Serikat serta memiliki rumah disana, ia memutuskan bolak- balik Indonesia Amerika. Iapun memiliki guru privat yang ditemukan dari internet. Guru yang (menurut) website tersebut untuk kalangan expat dan banyak murid-murid expatnya. Namun pada kenyataannya ia gagal untuk ‘pandai berbahasa Indonesia’. Menurutnya belajar bahasa bila terlalu formal apalagi dengan cara-cara seperti ‘kejar tayang’ tidak akan paas untuknya. Ia bukan expat yang akan bekerja di Indonesia. Ia ingin berbahasa Indonesia agar bisa bercakap-cakap sehari-hari dengan berbagai kalangan sosial. Seperti pada supir, pada pegawai restauran, pada satpam, dan tetangga. Jadi iapun memutuskan untuk mencari guru baru.

“After considerable thought, I had come up with an idea. My stepdaughter teacher English so I went to her and asked if she would teach me Indonesia. She agreed to teach me. Since, I have taught in the past and new that usually I would need to adjust the lesson for the individual. That would be our first step ” Begitu akhirnya Mr Honaker memutuskan guru barunya adalah anak dari istrinya yang juga pengajar bahasa Inggris dan menguasai beberapa bahasa asing lainnya.

Diskusi semakin seru ketika tanya jawab justru lebih banyak dari peserta yang merasa bahwa bahasa Inggris juga memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Banyak peserta yang masih tidak lancar berbahasa Inggris. Banyak pula yang hanya pasif tetapi belum berani berbahasa aktif. Atau yang memang menguasai bahasa Inggris tetapi tanpa sadar dan tidak bisa menjelaskan bagaimana step awal mereka belajar.

Selang setelah 6 bulan belajar berbahasa Indonesia melalui stepdaughter nya maka ia jauh lebih lancar berbahasa Indonesia. Percakapan yang dia lakukan pada orang-orang sekitar yang ditemuinya memiliki progres yang baik. “Saya mau ke mal beli Burger” misalnya seperti itu. Iya bisa berhitung dalam bahasa Indonesia ketika di bank, memesan makanan di restauran, dan bertanya arah jalan.

Ketika ditanya apa modal dasar agar belajar bahasa asing lebih mudah dan baik ? ” Practising, practising an practising !” ucapnya tegas. Disamping itu harus percaya diri dan jangan ragu atau malu.

Ingin belajar bahasa asing? Jangan ragu dan harus percaya diri! OK ?

Penulis : Ayi Putri Tjakrawedana

Foto-foto : Britzone dan Pribadi

 

 

Artikel sebelumnyaNovia Pujianingsih, berbekal falsafah ‘You Can Do It ” berhasil menaklukan hidup di New Zealand
Artikel selanjutnyaDONALD J TRUMP by Michael Woodford
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Ministry of Women Empowerment. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.