Novia Pujianingsih, berbekal falsafah ‘You Can Do It ” berhasil menaklukan hidup di New Zealand

0

Lahir sebagai anak ke-3 dari empat bersaudara dimana semuanya perempuan, putri dari Raden Djoko Sukardi asal Malang dan Supiah asal Karanganyar Kebumen ini sejak kecil ditempa untuk hidup secara disiplin. ” Ibu selalu menerapkan prinsip You can do it !. Maksudnya, walaupun kita semua cewe-cewe tetapi ibu mengatakan kita harus bisa mengerjakan yang biasa dilakukan porsi laki-laki ” kenang Novia Pujianingsih atau Novia Bliss ( setelah menikah kemudian dengan Dawson  Anthony Bliss pria asal New Zealand ).

“Demikian pula dengan ayah, beliau menerapkan disiplin, disiplin daaan disiplin !” ujarnya. Novia yang bertubuh mungil ini bisa digolongkan perempuan tangguh. Tangguh dalam arti mentalnya luar biasa. Prinsip hidup yang ditanamkan kedua orangtuanya berhasil membentuk kepribadian yang kuat serta pantang menyerah.

Lahir di Jakarta 17 November 1976 di hari Rabu Legi ( legi = manis dalam bahasa Jawa ) lahir secara prematur. Ayahnya seorang pegawai negeri biasa, namun semua anak perempuannya menyandang gelar sarjana. ” Kakak pertama saya Agustina Setyowati lulusan Lab Engineering, lalu mbak Afvie Ariani sarjana akunting,  dan adik saya satu-satunya yang tercinta  Agus Indah Cahyani seorang guru di sekolah prestisius BPK Penabur Gading Serpong ” papar Novia tentang kakak-kakak dan adiknya.

” Kami biasa mengerjakan pekerjaan laki-laki, seperti membetulkan atap genteng, memasang ubin ( lantai ), juga mengaduk semen pekerjaan tukang bangunan ” kata Novia sambil berkelakar mengenang masa-masa semasih tinggal bersama orang tua dan saudara-saudaranya.

” Bapak bukan orang kaya, kata bapak, beliau tidak bisa memberi tanah, rumah dan hal-hal mewah lainnya, tetapi beliau sungguh-sungguh memperhatikan pendidikan anak-anaknya ” tambahnya.

Menghabiskan masa sekolah TK di Hang Tuah 5 Cilandak Jakarta, SDN 02 Cilandak Jakarta, SMP Negeri 212 Jakarta serta SMA Negeri 109 Jakarta ditambah jenjang Akademi Pimpinan Perusahaan ( Fin Management ) Jakarta dan Sekolah Tinggi Manajemen Kosgoro Jakarta.

Saat ditanya apa saja kenangan masa kecil yang berkesan ? ” Wah terlalu banyak! ” ucapnya. Namun baginya yang paling berkesan adalah saat menjadi bagian dari sebuah demonstrasi 1998. ” Saya sempet nginep di kampus, lalu gabung dengan teman-teman di DPR, sampai dijemput Ibu saking beliau kuatir ” kenangnya.

Lantas bagaimana kisahnya hingga ‘nyasar’ di New Zealand ? ” Saya bertemu dengan Dawson Anthony Bliss lewat dating site. Karena saya orang yang tidak mudah percaya, maka saya menjalani long distance relationship alias LDR dulu. Sekalian untuk penjajakan ” Novia tidak langsung memutuskan untuk pindah ke New Zealand mengingat saat itu ia sudah lumayan mapan dengan pekerjaanya. Namun iapun tidak ingin hubungan seriusnya tidak naik ke jenjang pernikahan. Maka iapun mengiyakan untuk pindah ke New Zealand demi ‘menghapus’ LDR berkepanjangan. Pernikahannya dengan Dawson adalah pernikahan ke-2 setelah pernikahan pertamanya kandas. Demikian pula dengan Dawson untuk yang ke-2 kalinya.

Apa yang membuatnya betah di New Zealand ? ” Alamnya bagus, apalagi saat winter. Pengen main ski terus-terusan karena ketagihan. Penduduknya juga cukup ramah. Kegiatan saya sekitar pertanian dan beternak. Dan saya sangat menikmati hal tersebut ” kata Novia bersemangat. Lalu apakah ia rindu Indonesia ? “Tentu ! rindu kumpul dengan keluarga dan tentunya masakan makanan Indonesia ! ” sahutnya cepat.

Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada pilihan. Demikian pula Novia. Ia sudah memilih dan ia menikmati pilihannya. Novia adalah salah satu contoh orang yang tahu persis apa yang dipilihnya, apa yang menjadi konsekuensinya dan apa yang harus dijalaninya untuk semua pilihannya. Yuk kita intip foto-foto kegiatan Novia selama di New Zealand, OK ?!

 

Penulis : Ayi Putri Tjakrawedana dari sumber

Foto : Koleksi Novia Bliss

Artikel sebelumnyaSIDANG PERDANA GUGATAN PEMILU MAHKAMAH KONSTITUSI
Artikel selanjutnyaBelajar Bahasa Indonesia bagi orang asing, sesulit apakah ?
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Ministry of Women Empowerment. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.