Melongok Gyeongbuk Palace

0
Gyeongbuk Palace Seoul South Korea

‘Demam’ Korea Selatan bukan hanya sebatas film,  lagu dan gaya penampilan para artis-artis Korea saja. Namun demam kali ini lantaran ingin melongok ada apa saja di Korea Selatan yang memiliki saudara sekaligus seteru Korea Utara.

Awalnya saya ingin ke Korea Utara. Ingin karena berita-berita mengenai Korea Utara selalu kontroversial. Sepertinya wajah garang dan ‘dingin’ negara Korea Utara makin bikin penasaran.

Nama Sebutan “Korea” diambil dari nama dinasti Korea yang terkenal, yaitu Goryeo (935-1392). Tiga Kerajaan Akhir (892-936) terbagi atas Silla, Hubaekje (Baekje Akhir) dan Taebong (juga dikenal dengan sebutan Hukoguryo atau Goguryeo Akhir). Wang Geon menumbangkan Hubaekje tahun 936 dan mengesahkan pemerintahan baru, yaitu Dinasti Goryeo.Goryeo sendiri menamai negerinya dari kependekan nama salah satu Tiga Kerajaan Korea, Goguryeo (37 SM-668 M). Dalam bahasa Cina dilafalkan “Gao-li” dan penyebutan itu menyebar ke para pedagang Timur Tengah, dan lama kelamaan menjadi “Korea”. Kata “Korea” secara umum di dunia internasional saat ini digunakan untuk menunjuk kedua negara Korea. Setelah Penjajahan Jepang di Korea yang berakhir karena kekalahan Jepang pada Perang Dunia II tahun 1945, Korea dibagi menjadi dua wilayah berdasarkan garis 38 derajat lintang utara sesuai dengan perjanjian yang diadakan oleh PBB. Uni Soviet di bagian utara dan Amerika Serikat di bagian selatan. Uni Soviet dan Amerika Serikat tidak berhasil mencapai kesepakatan mengenai implementasi penyatuan Korea. Hal ini mengakibatkan pembentukan pemerintahan yang terpisah dengan masing-masing pemerintah mengklaim memiliki wilayah resmi atas seluruh Korea.

Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, maka saya putuskan untuk pergi ke Korea Selatan saja. Simpang siur pemberitaan tentang ketidakharmonisan Korea Utara dan Amerika, walau akhirnya bertemu dalam Singapore Summit, masih meragukan saya untuk melenggang ke Korea Utara. Mungkinlain waktu.

Saya mengunjungi Istana Gyeongbok. Sebuah istana yang letaknya di  utara kota Seoul. Istana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon. Dengan luas 410.000 meter persegi, istana ini merupakan simbol keagungan kerajaan dan rakyat Korea. Didirikan 1394 oleh Jeong do Jeon. Sempat hancur saat invasi Jepang ke Korea 1592 – 1598 lalu kembali dibangun 1860. Terdapat 330 buah komplek bangunandengan 5.792 kamar. Istana ini kosong setelah Maharani Myeongseong terbunuh oleh mata-mata Jepang tahun 1895. Sang raja, Gojong meninggalkan istana ini bersama seluruh kerabat keluarganya dan tak pernah kembali.

Pada tahun 1911 pemerintahan Jepang yang sedang menjajah Korea menghancurkan semua bangunannya kecuali 10 bangunan utama, dan membangun Bangunan Pemerintahan Utama Jepang untuk gubernur jenderal Korea di depan Ruangan Tahta.Bangunan utama dari Istana Gyeongbok termasuk Geunjeong Ruangan Tahta Raja dan Paviliun Gyeonghoeru yang memiliki kolam bunga teratai dan bertiangkan 48 buah tonggak granit.

Tetapi para arkeolog berkat keinginan rakyat berhasil mengembalikan bentuk asli istana sehingga 330 bangunan yang sudah hancur bisa berdiri kembali. Istana Gyeongbok terbuka untuk umum dan terdapat Museum Nasional Rakyat Korea didalamnya.

Bila tertarik untuk datang  tempat ini sangat mudah dicari. Terletak di Ibukota Korea Selatan, Seoul, Gyeongbokgung Palace  dengan mudah dijangkau.  Dengan subway, bisa turun di Gyeongbokgung Station (Seoul Subway Line 3) dan exit 5, atau turun di Anguk Station (Seoul Subway Line 3) dan exit 1. Bisa juga naik bus nomor 1020, 7025, 109, 171, 172, 601, atau 606 lalu turun di halte bis Gyeongbokgung Palace. Untuk kendaraan pribadi bisa memarkir kendaraannya di sebelah kiri jalanan menuju Samcheong-dong dari Gate Gwanghwamun.  Ada 240 ruang parkir mobil pribadi dan 50 ruang parkir bis.

Harga tiket masuk ? tamu  internasional anak-anak yang berusia 7 sampai 18 tahun  1.500 won ( Rp 18.000), orang dewasa usia 19-64 tahun  3.000 won (Rp 36.000).  Sedangkan orang Korea  25 – 64 tahun 3.000 won

Bila mengenakan Hanbok atau pakaian tradisional Korea gratis masuk ke seluruh akses ! Bila tidak punya Hanbok, bisa sewa di sekitar istana ada tempatnya.

Anyoung haseyo? Ne. Jal jinaesseoyo !

 

foto : Vaya di depan istana Istana Gyeongbok Seoul Korea Selatan

 

 

Artikel sebelumnyaPantai Utara Jakarta yang semakin renta
Artikel selanjutnyaPencapaian dunia teknologi dalam memecahkan misteri penyakit kanker
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Ministry of Women Empowerment. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.