Indonesiaku, Kapan engkau akan berhenti bergejolak ?

0
Ita Quattrone dengan anak nya, Gabriella Quattrone bersama temanya Dinda

Indonesiaku, saat takbir berkumandang di sela sela senja menutup cahaya matahari.
Hatiku bertanya sambil menerawang ke langit biru yang penuh polusi.

Hatiku menerawang dibalik sesaknya kehidupan masyarakat yang akan pulang dari tempat kegiatan mereka sehari hari, menuju sanak saudara yang tengah menanti

Apakah arti hidupku kalau aku hanya menjadi sampah masyarakat. Apakah arti hidupku kalau aku tidak bisa membantu orang orang disekitarku. Apakah arti hidupku kalau aku hanya bisa menjadi parasit didalam kehidupanku dan negaraku. Apakah arti hidupku kalau aku tidak bisa mengabdi buat bangsa dan negaraku.

Kubertekuk lutut di hadapanmu ya Rabbi.
Kumohon ampunanMu atas dosa dosaku yang bergelimang.
Kuangkat tanganku dan berdoa, tunjukkanlah hatiku ke jalan yang engkau Ridhoi, ya Rabbi.

Kumenangis saat mengumandangkan ayat ayatMu dan minta petunjukMu untuk membimbing langkah-langkahku dan saudara saudaraku ke jalan yang bisa membuat ketenangan dalam hidupku dan saudara saudaraku.

Ketenangan yang bisa mencapai Kedamaian dunia demi menyelamatkan anak cucu dan generasi bangsaku, serta demi mencapai cinta perdamaiaan di dunia yang kekal dan abadi.

Tapi, sebagian dari hati kecilku dan saudara saudaraku selalu menentang keberagaman yang Engkau ciptakan dimuka bumi ini, termasuk Indonesiaku.

Perang saudara banyak terjadi dimuka bumi ini untuk merampas hak hak azasi manusia supaya bisa hidup dengan damai dan tentram.

Perang saudara banyak terjadi di muka bumi ini untuk melampias kan Keegoisan, demi menjadi manusia nomor satu di dunia, orang terkaya didunia, orang terpandai di dunia, tanpa memperdulikan rasa cinta untuk kebersamaan dan kedamaian yang bisa membuat hidup kita lebih indah antara umat beragama.

Ibaratnya seperti warna warni pelangi yang membaurkan tujuh keindahan warnanya demi menciptakan keharmonisan warna sewaktu hujan dan panas, membaur menjadi satu di muka bumi ini.

Perbedaan yang Engkau ciptakan yang membuat nuansa indah dalam kehidupan umat manusia.

Keragaman suku, budaya, agama, pola pikir, pendapat, dan bahasa daerah membuat Indonesia menjadi exotic dimata dunia. Perbedaan yang Engkau ciptakan yang juga membuat sebagian umat manusia takut akan keberagaman.

Gejolak jiwa dan pertentangan banyak dihadapi saudara saudaraku di Indonesia saat ini.

Kurangnya aspirasi positif dengan pikiran yang luas, seluas kecantikan alam semesta Indonesiaku, dari Sabang sampai Merauke,  membuat sebagian saudara saudaraku terbelenggu dengan kesempitan pola pikir yang bisa menghancurkan masa depan dan kesejahteraan Indonesiaku.

Pola pikir dengan lingkaran yang sempit akan menghancurkan masa depan anak bangsa, yang mencoba merangkak untuk meniti karir dan impian impian mereka demi masa depan dan untuk membangun ibu pertiwi Indonesia yang sama sama kita cintai.

Kecemerlangan dan keberhasilan bangsa akan bisa tercapai kalau kita saling bahu membahu mengatasi masalah kehidupan di negara yang kita cintai ini.

Bukan merongrong pemerintahan yang sedang membangun Indonesia menuju arah yg lebih makmur.

Bukan memecah belah pikiran rakyat dengan menghasut dan mengkorupsi pikiran positif mereka.

Bukan menggerogoti dan memanipulasi pola pikir rakyat dan bangsa Indonesia dengan filosofi – filosofi yang dapat merusak dan memecahkan kedaulatan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Lingkaran dan pikiran yang sempit yang tidak akan membawa kearah kehidupan yang cemerlang dan tidak akan di ridhio oleh mu YA RABBI.
Karena kumengerti, Engkau mencintai seluruh ciptaanMu Ya RABBI.

Kurangnya cara membaca dan mengkritik secara positif. Lingkaran yang sempit yang hanya berpikir dan berpendapat bahwa agamanya lah yang paling benar.

Lingkaran yang sempit yang akan menimbulkan kesenjangan dan ketidakadilan antara umat beragama. Lingkaran yang sempit yang akan menimbulkan perpecahan antara saudara saudaraku sebangsa dan setanah air.

Indonesiaku,  kapankah rakyatmu akan berhenti merongrong Pancasila dan UUD45.
Kapankah para politisimu akan berhenti merebut kursi, demi memperkaya diri mereka sendiri tanpa memperdulikan kesejahteraan rakyat miskin diseluruh muka bumi Indonesia.

Kapankah hari hari tanpa tanda tanya berhenti menghantui sanubariku dan saudara saudaraku.

Indonesiaku, kapankah kedamaiaan dan kesejahteraan akan menyentuh Ibu pertiwi tanpa adanya pertumpahan darah dan Korupsi yang mengorbankan rakyat jelata.

Indonesiaku, kami sama sama mencintaimu, tapi pendapat dan pikiran sempitlah yang membuat kami terbelenggu di kubu masing masing.

Indonesiaku,  kami sama sama memperebutkan perhatianmu demi segelintir air, makanan, perkerjaan, kuasa, harta, kehidupan dan kedamaian. Indonesiaku, engkau tidak akan pernah berhenti bergolak kalau rakyatmu tidak dapat hidup dengan selaras dan seimbang baik itu materi ataupun rohani.

Ya Rabbi, satukanlah Indonesiaku dan saudara saudaraku setanah air demi masa depan bangsa dan kemakmuran ibu pertiwi.

Dariku yang selalu mencintai perdamaian dan Indonesiaku.

 

Artikel sebelumnyaAHOK dalam sepenggal catatan
Artikel selanjutnyaCoppa NTT – Kontribusi bagi kemajuan sepakbola di NTT
Ita Quattrone adalah seorang mantan guru, Kepala Sekolah, dan dosen di Medan, Sumatra Utara, Indonesia. Sekarang dia berdomisili di California, USA dan bekerja sebagai pengawai negeri dalam bidang komputer disalah satu instansi di California. Disamping mempunyai gelar dalam bidang American dan English Literature dan Management Information Science (MIS). Ita Quattrone juga lagi menyelesaikan graduate school nya dalam bidang Environmental Law and Policy. Disamping kesibukan nya sehari hari, dia dulu nya pernah berkecimpung sebagai penyanyi disalah satu International resort yang mana tamu tamu nya berasal dari negara negara manca negara, USA, Eropah dan Asia. Her motto: Inspire others to be positive and to do positive things in life. Spread #LoveAndCompassion and not #BigotryAndHatred