Indah Morgan – Memberdayakan buruh migran

0
Indah morgan, Gerakan Kebaikan Indonesia

Indah Morgan, wanita asal Malang, seorang pemerhati sosial perantau Indonesia baik pelaku pernikahan campuran, mantan WNI dan juga Buruh Migran Indonesia (BMI).

Hubungannya dengan buruh migran Berawal saat Indah tinggal di Hong Kong (1993-1998) Saat itu Indah dan beberapa teman buruh migran mendirikan sebuah organisasi bernama Indonesian Group Hongkong (IG-HK), yang saat itu adalah satu-satunya organisasi BMI yang mendapatkan ijin resmi dari pemerintah Hong Kong

Organisasi ini berdiri dibawah Asian Migrant Centre dan Indah adalah salah satu sukarelawan lapangan yang bertugas untuk menyediakan pelayanan dukungan, pelatihan dan peningkatan kepribadian kepada anggota IG-HK.

Aktivitas yang sama juga dia lakukan saat di Taiwan tahun 2001, ketika itu Indah turut
mendampingi suaminya, Stephen Morgan, seorang peneliti bidang ekonomi China dari Universitas Melbourne-Australia

Sebagai seorang istri, Indah selalu mendampingi suaminya yang sering berpindah pindah negara untuk melakukan penelitian

Dalam kurun waktu 1998-2007, di Australia tidak ada pekerja domestik, yang ada adalah korban kekerasan domestik. Disini Indah membantu memfasilitasi para korban kekerasan dengan mendirikan perkumpulan Indonesian women leadership group

Kiprah perkumpulan ini adalah untuk mengembalikan rasa percaya diri, disini Indah juga mengenalkan cara menjadi bagian dari program “Small & medium enterprise group” yang difasilitasi oleh “ Northern Enterprising Women-Victoria-Australia”.

Pada tahun 2007 Indah bersama keluarga pindah ke Nottingham, Inggris. Disana ia juga mendapati banyaknya persoalan yang menimpa para Buruh Migran Indonesia (BMI).

Di Inggris para buruh migran Indonesia ini diajak oleh majikan mereka bekerja dengan gaji sesuai kontrak dari negara majikan berasal, bukan standard gaji Inggris.

Persoalannya adalah para buruh migran tersebut tidak di kontrak untuk bekerja di Inggris, namun majikan mereka (kebanyakan berasal dari negara timur tengah) yang membawa mereka ke Inggris

Akibatnya mereka dibayar dengan standard gaji yang jauh lebih rendah dari standard gaji di Inggris sehingga banyak buruh migran Indonesia yang ‘terdampar’ di Inggris mencari cara untuk memperoleh standar gaji Inggris.

Mereka kemudian mencari bantuan ke organisasi serikat buruh internasional dan lokal yang akhirnya membantu mereka mendapatkan hak-haknya dengan berganti majikan. Sebulan sekali (selama 2010-2013), Indah menempuh jarak 175 Km dari Nottingham ke KBRI London untuk memulai pembentukan sebuah wadah baru yang diberi nama INDUK (Indonesian Networking Development in UK).

Indah Morgan aktivis buruh migran indonesia
Indah Morgan bersama teman teman di Tiongkok

Tahun 2013, Indah kemudian pindah ke Tiongkok. Di tempat tinggal yang baru ini,ia juga bertemu dengan para buruh migran Indonesia yang masuk ke Tiongkok dengan menggunakan visa turis.

Para buruh ini bekerja sebagai pekerja domestik tanpa menyadari risiko hukumnya. Tiongkok tidak mengeluarkan jenis visa pekerja domestik, namun ada saja warga negara Tiongkok yang mempekerjakan buruh migran Indonesia.

Indah tidak memiliki tugas resmi di bidang perlindungan buruh migran dari pemerintah namun sebagai pribadi yang cukup akrab dengan berbagai persoalan buruh migran, Indah membuka pintu bagi mereka yang membutuhkan pertolongan atau sekadar tempat berkumpul untuk bertukar pikiran

September 2015, Indah ikut serta dalam Gerakan Kebaikan Indonesia, sebuah gerakan masyarakat yang bertujuan untuk mengangkat kebaikan Indonesia. Gerakan ini banyak di dukung oleh warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. Disini Indah dipercaya sebagai koordinator Luar Negeri

4 November 2016, Indah Morgan meluncurkan sebuah buku yang diberi judul “Kita Bisa Berdaya” rangkaian pemikiran dan hasil kerja dilapangan selama ini menjadi latar belakang Indah menulis buku ini

Permasalahan buruh migran Indonesia itu begitu kompleks, mulai dari eksploitasi, kekerasan yang mereka terima di negara tempatnya bekerja. Belum lagi masalah yang dihadapi saat pulang kembali ke tanah air.

Perlindungan terhadap buruh migran tidak hanya pada saat mereka bermasalah tetapi juga lebih kepada bagaimana meng-optimalkan fasilitas dan pelayanan dari kantor perwakilan Indonesia di Luar Negeri

Indah morgan mengajarkan bermain angklung
Indah morgan mengajarkan cara bermain angklung kepada anak-anak di Tiongkok

Terkadang orang Indonesia merasakan lebih nasionalis dan cinta Indonesia ketika mereka berada di luar negeri. Di Indonesia mungkin jarang memakai batik. Tetapi ketika berada di negara orang mereka lebih sering menggunakan batik sebagai bentuk rasa cinta tanah air sekaligus promosi Indonesia dimana-mana

Dalam kegiatannya sehari hari Indah juga banyak mempromosikan seni budaya Indonesia di luar negeri, seperti memperkenalkan alat musik angklung kepada para pelajar sekolah di Tiongkok

Kini Indah Morgan, diaspora asal Malang tersebut, bermukim di Ningbo, Yinzhou, mendampingi aktivitas suaminya sebagai seorang akademisi dan mengajar di sebuah Universitas di Tiongkok.