Fakta Pemerintahan Baru Afganistan yang Dipimpin Taliban

0
24

Tiga pekan setelah berhasil kembali merebut kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus
setelah merebut Ibu Kota Kabul secara damai. Pemerintahan Afghanistan dengan sendirinya
ambruk karena ditinggal pergi presidennya, Ashraf Ghani ke Uni Emirat Arab.
Pemerintahan Baru Afganistan
Pekan lalu Taliban menunjuk Mullah Hasan Akhund, rekanan Mullah Omar pendiri gerakan
Taliban, sebagai kepala pemerintahan baru Afghanistan, Selasa (7/9/2021)
Mullah Akhund adalah tokoh senior Taliban yang telah lama menjabat sebagai kepala dewan
pimpinan Taliban Rebhari Shura, atau yang biasa disebut sebagai Quetta Shura. Quetta Shura
adalah dewan Taliban yang dibentuk setelah Amerika Serikat menggulingkan pemerintahan
Taliban pada tahun 2001 silam.
Pada pemerintahan Taliban sebelumnya (1996-2001), Akhund menjabat sebagai Menteri
Luar Negeri Afghanistan dan kemudian Wakil Perdana Menteri.
Sirajuddin Haqqani, yang organisasinya ada dalam daftar terorisme Amerika Serikat (AS),
juga ditunjuk sebagai menteri dalam negeri.
Dikutip Reuters, Haqqani adalah putra pendiri jaringan Haqqani, yang ditetapkan sebagai
organisasi teroris oleh AS. Dia adalah salah satu orang yang paling dicari FBI karena
keterlibatannya dalam serangan bunuh diri dan hubungannya dengan Al Qaeda.
Mullah Abdul Ghani Baradar, kepala kantor politik gerakan itu, ditunjuk sebagai wakil
Akhund. Penunjukan Baradar sebagai deputi Akhund, bukan sebagai pejabat tinggi,
mengejutkan beberapa orang karena dia bertanggung jawab untuk merundingkan penarikan
AS dan menampilkan wajah Taliban kepada dunia.

Baradar, yang juga pernah menjadi teman dekat Mullah Omar, adalah seorang komandan
senior Taliban yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS. Dia ditangkap
dan dipenjarakan di Pakistan pada 2010, menjadi kepala kantor politik Taliban di Doha
setelah dibebaskan pada 2018.
Selanjutnya, Mullah Mohammad Yaqoob, putra Mullah Omar, diangkat sebagai menteri
pertahanan.
Tidak jelas peran apa yang akan dimainkan oleh Mullah Haibatullah Akhundzada dalam
pemerintahan, pemimpin tertinggi Taliban. Dia tidak terlihat atau terdengar di depan umum
sejak runtuhnya pemerintah yang didukung Barat dan perebutan Kabul oleh gerakan militan
Islam bulan lalu, ketika pasukan koalisi pimpinan AS menyelesaikan penarikan mereka
setelah perang 20 tahun.
Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan di Air Force One, ketika
Presiden Joe Biden terbang ke New York, bahwa tidak akan ada pengakuan pemerintah
Taliban segera.

Mulai Banyak Jamaah Salat di Masjid
Sejak Taliban berkuasa rakyat afghanistan atau para jemaah mengungkapkan, jumlah orang
yang menghadiri sholat di berbagai masjid di negara itu sangat sedikit. Begitu Taliban
kembali, jumlah jemaah meningkat perlahan. Setidaknya di Kabul, menurut mereka, ada
alasan utama yang mendorong kenaikan jumlah jemaah, insiden pencopetan selama salat
spontan berhenti sejak Taliban merebut kota itu.
Afghanistan Membutuhkan Bantuan
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sebelumnya pada hari Selasa bahwa layanan dasar
dan makanan serta bantuan lainnya di Afghanistan akan segera habis. Lebih dari setengah
juta orang telah mengungsi secara internal di Afghanistan tahun ini.
Sebuah konferensi donor internasional dijadwalkan di Jenewa pada 13 September. Kekuatan
Barat mengatakan mereka siap untuk mengirim bantuan kemanusiaan, tetapi keterlibatan
ekonomi yang lebih luas tergantung pada bentuk dan tindakan pemerintah Taliban yang baru.
Badan-badan bantuan lainnya juga mengatakan Afghanistan menghadapi bencana
kemanusiaan di tengah krisis ekonomi yang disebabkan oleh konflik, kekeringan, dan
pandemi Covid-19.

Penulis SC Indonesian News :Lutfia Dwi Kurniasih
Sumber : Reuters, Okezone

SHARE
Previous articleMain-main Ke Planet Bekasi, Ini Makanan Khasnya yang Jarang Diketahui
Next articleDiutamakan untuk lansia dan remaja vaksin Pfizer yang didatangkan pada tahap ke 62
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Indonesia Ministries. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.