
BARA UI atau singkatan dari Bela Negara Alumni Universitas Indonesia (BARA UI) hari ini Selasa, 10 Juli 2018 mengadakan diskusi publik dengan tema ‘Memahami Semarak Radikalisme di kampus-kampus PTN dan Dampaknya bagi masa depan NKRI’ di Financial Hall, Graha CIMB, Jakarta Selatan.
BARA UI telah genap satu tahun sebagai respons terhadap banyaknya kejadian berpaham radikalisme dan terorisme di Indonesia. BARA UI merasa perlu untuk menyikapi tegas musuh Indonesia yang melawan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pembicara dalam forum diskusi ini adalah Azyumardi Azra dan Sidney Jones. Sementara perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berhalangan hadir lantaran ada jadwal yang bersamaan.
Iriani Sophiaan, ketua forum BARA UI mengatakan “Kaum-kaum radikal semakin berani muncul ke permukaan, merasa kuat untuk menguasai panggung politik menunggangi pendukung-pendukung yang sebetulnya tak paham makna sesungguhnya dari gerakan para politikus radikalis itu,”
Sayangnya acara digelar pada hari kerja sehingga kurang maksimal dalam mengumpulkan para tamu undangan yang tidak hanya para alumni UI.
Sementara Azyumardi Azra mengatakan “Sebenarnya yang radikal bukan masjidnya, tapi penceramahnya, sehingga pihak yang bertanggung jawab di lingkungan pemerintahan seperti bagian rumah tangga harus selektif betul dalam mengundang penceramah atau khatib,” “Bagian yang mengurus masjid harus paham betul rekam jejak penceramahn yang diundang, bagaimana latar belakang, bagaimana cara penyampaian, materinya, apakah radikal atau suka marah-marah,” imbuhnya. Ia memberi contoh bahwa di Malaysia apabila akan diadakan dakwah maka ulama di Malaysia harus memiliki sertifikat dari pemerintah terlebih dahulu.
Sementara Sidney Jones mengutarakan dalam paparannya “Selama mereka tidak menolak demokrasi, mengatakan khilafah adalah sistem yang baik oke-oke saja,” Sidney juga mengingatkan bahwa penyebaran paham radikal bisa datang dari mana saja. “Kita lihat pengajian di masjid-masjid dan juga dakwah-dakwah yang bisa diakses melalui Youtube, banyak di antara pengajian dan dakwah tersebut mengandung paham radikal, jumlahnya ratusan dan itu yang menjadi patokan untuk mengundang ustad mana yang akan berceramah dalam suatu acara ” ujarnya.
Diantara para alumni yang hadir juga ada beberapa nama yaitu Halida Hatta putri dari Bapak Mohamad Hatta Wakil Presiden RI dan juga Hanibal Nouvel selaku Dewan Penasehat ILUNI UI.

Foto : Koleksi Ayi


























