SAYACINTAINDONESIA – Tindakan rasis pada segala bentuk hubungan sosial dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Mulai dari luka fisik hingga terganggunya kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, hampir seluruh negara di belahan dunia mengecam segala tindakan yang berbau rasisme.

Hubungan Rasisme dan Kesehatan Mental

Rasisme memang memengaruhi kesehatan fisik seseorang namun rasisme dua kali lebih mungkin untuk memengaruhi kesehatan mental seseorang. Hal ini terangkum dari sebuah tinjauan sistematis berjudul “Racism as a Determinant of Health: A Systematic Review and Meta-Analysis pada 2015 yang dilansir dari Halodoc.

Adapun beberapa cara dari tindakan rasis yang dapat memengaruhi kesehatan mental adalah sebagai berikut:

Prasangka. Merujuk pada kepercayaan umum, baik positif maupun negatif yang diterapkan seseorang pada kelompok tertentu (termasuk ras dan etnis) dengan potensi besar ke arah merugikan.

Penindasan. Hal ini biasanya melibatkan individu atau kelompok yang menekan individu atau kelompok lain untuk mendapatkan keuntungan mereka sendiri. Salah satu bentuk penindasan yang paling sering terjadi adalah perbudakan, penganiayaan, dan kekerasan yang ditargetkan kepada orang dengan kulit warna berbeda.

Keterbatasan Akses ke Sumber Daya. Tindakan rasis biasanya juga memengaruhi keleluasaan individu atau kelompok untuk mengakses sumber daya, termasuk ketika ingin melakukan perawatan kesehatan mental.

Dampak Rasisme terhadap Kesehatan Mental

Secara umum, rasisme dapat mengakibatkan atau bahkan memperburuk beberapa kondisi kesehatan mental, di antaranya adalah:

  1. Rasa gelisah
  2. Depresi
  3. PostTraumatic Stress Disorder (PTSD)
  4. Gangguan penyalahgunaan zat
  5. Pikiran untuk bunuh diri

Selain beberapa hal di atas, tindakan rasis juga menimbulkan  efek berjangka. Untuk jangka pendek, rasisme dapat menimbulkan efek stres pada orang  yang mendapatkan tindakan rasis.

Kemudian, untuk jangka panjangnya sendiri, rasisme bisa menyebabkan seseorang mengalami stres kronis hingga trauma. Untuk beberapa kasus, seseorang yang mengalami trauma akibat tindakan rasis biasanya, merasakan gejala yang mirip dengan PTSD. Seperti sakit kepala, kilas balik, mimpi buruk, palpitasi jantung, perasaan kewaspadaan yang konstan, dan menghindari aktivitas yang mungkin akan mengingatkan mereka pada trauma yang dialami.

Klik di sini untuk artikel informatif lainnya.