The Wenny talk about today : Sukses is RICH ?

0

Sebenarnya seperti apakah  standar yang disebut sebagai orang sukses itu? Dan apakah yang harus dipersiapkan dahulu untuk mencapai kesuksesan?

Saya pernah berpikir menurut saya, sukses itu ketika bergelimang harta. Hmm… apakah itu salah ? Tidak salah memang, harta itu bisa jadi salah satu ukuran sukses bagi beberapa orang termasuk saya.

Pada satu titik saya pernah menghasilkan sejumlah uang yang bagi saya cukup banyak kala itu. Karena saya sendiri belum pernah memiliki sejumlah uang yang nominalnya sebesar itu sebelumnya apalagi itu hasil dari jerih payah usaha sendiri.

Kala itu saya berpikir semuanya sempurna dan saya puas melihat saldo di rekening sebesar itu. Namun pada kenyataannya, apa yang saya rasakan justru  tidak merasa bahagia seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Ada satu rasa yang tetap ada yaitu hampa. Saya jadi bertanya, apakah selama ini saya salah mengartikan makna dari sukses?

Ada satu benang merah yang saya dapatkan ketika saya memberikan ruang untuk merefleksikan diri saya. Ternyata jawabannya adalah adanya sebuah  poin penting atau nilai apa yang sebenarnya terlewati selama ini dalam proses saya berkarir. Banyak orang dan juga termasuk saya selama ini melakukan sesuatu atau pekerjaan tanpa tujuan yang lebih mendalam. Kebanyakan hanya bekerja untuk tuntutan kelangsungan hidup. Itu saja.

Setelah saya berdialog dengan diri saya untuk mencari tujuan mengapa saya melakukan pekerjaan tersebut ‘hanya’ untuk saya sendiri sekedar tuntutan kelangsungan hidup. Saya berpikir mengapa saya tidak berbagi ilmu yang saya miliki pada pekerjaan saya yang memiliki keahlian tertentu tidak saya bagi ke orang lain ?

Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk mengalihkan sebagian uang saya untuk membuat kelas self makeup gratis setiap hari Sabtu di studio saya. Nilai atau tujuan “kenapa” yang selama ini saya cari, saya temukan dan hal itu memberikan saya rasa bahagia yang tidak bisa saya gambarkan dan tidak bisa dibayar dengan uang. Tujuan itu saya sebut “Kontribusi”. Kontribusi adalah nilai tambah dari apa yang kita lakukan untuk sekedar bekerja memenuhi kebutuhan hidup.

Kontribusi yang akan membawa saya menuju kesuksesan. Bagaimana tidak? Orang-orang yang menjadi tempat saya berbagi mungkin saja suatu hari mengingat bahwa saya yang telah berkontribusi dalam kehidupan mereka sehingga mereka bisa melakukan apa yang sebelumnya mereka tidak bisa lakukan, mengingat bahwa saya berkontribusi dalam menyadarkan mereka untuk selalu berbagi. Dari pengalaman saya, uang asalkan cukup, bersyukur. Kebahagiaan saya adalah ketika saya tahu bahwa dalam kehidupan seseorang, saya telah mengambil bagian untuk berkontribusi agar mereka bisa melakukan apa yang mereka pikir tidak bisa mereka lakukan.

Tujuan berkontribusi merupakan hasil dari pola pikir yang saya miliki. Pola pikir dari setiap pengalaman yang saya alami, buku yang saya baca, nasihat yang saya dengar, dan pelajaran dari setiap orang yang berpengalaman. Menurut saya, pola pikir yang terbentuk ini seperti pedang tajam bermata dua. Jika otak kita diberikan informasi yang positif, maka positif hasilnya dan sebaliknya. Kalau saja kita tidak cukup bijak dalam memilah informasi yang kita masukkan ke otak kita, maka akan seperti apakah pola pikir yang terbentuk?

Pola pikir menurut saya merupakan sebuah kunci awal dalam mencapai kesuksesan dan tujuan “kenapa” kita itu yang akan menuntun kita sampai kesuksesan yang sebenarnya. Pikiran yang positif, optimis, mau belajar, selalu haus akan ilmu, menggali potensi diri, tidak mengeluh akan kekurangan, fokus memperbaiki diri, semua hal tersebut akan membawa kita selangkah demi selangkah menuju sukses. Memang dalam hidup butuh uang. Tapi kita harus ingat, uang bukan segalanya karena yang terpenting adalah niat kita, passion atau niat kita, tujuan kita semuanya harus tulus.

Dan satu hal dalam menentukan tujuan apa yang yang akan kita lakukan dan mengolah pola pikir untuk menentukan kontribusi apa yang akan kita lakukan, memerlukan waktu yang disebut proses. Proses itulah yang membentuk kita sebagai pribadi dewasa dengan mental yang tangguh.

Oleh sebab itu, yang menjadi pertanyaan selanjutnya untuk direnungkan adalah apa passion atau minat kita sehingga kita bisa menentukan ke arah mana yang dipilih untuk mencapai tujuan, serta memberikan kontribusi positif yang merupakan output dari tujuan tersebut.

Keep an eye, I’ll be right back !

Penulis : Wenny Paulina Monika

Ilustrasi gambar : Ambasadori Tbillisi

 

 

Artikel sebelumnyaThe Legend “Glenn Fredly” will never end !
Artikel selanjutnyaThe Wenny talk about today : Kapan terakhir kali kamu merasa bahagia ?
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Indonesia Ministries. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.