SAYACINTAINDONESIA — Pernahkah kalian merasa tidak pantas berada di jabatan sekarang? Kalau Anda hanya beruntung saja bisa sampai di posisi tersebut, Anda selalu merasa takut jika suatu saat orang lain akan sadar kalau Anda hanyalah penipu. Ternyata Anda tidak sendiri.

Sebuah tinjauan pada tahun 2019 dari 62 studi tentang ‘Impostor Syndrom’ menemukan 9 hingga 82% responden melaporkan pernah merasakan hal tersebut dalam hidupnya. Awalnya, penemuan impostor syndrom hanya fokus pada wanita sukses dan berprestasi saja. Namun, akhir-akhir ini menjadi jelas bahwa hal tersebut bisa terjadi pada siapapun mulai dari mahasiswa, guru, hingga bos besar di perusahaan.

Apa Itu Impostor Syndrom?

Ini adalah suatu kondisi psikologis dimana seseorang merasa bahwa dirinya tidak kompeten seperti yang dibayangkan atau diharapkan oleh orang lain. Meskipun biasanya hal ini berkaitan dengan kecerdasan dan pencapaian namun, sekarang juga berkaitan dengan perfeksionisme dan konteks sosial.

Sederhananya, impostor syndrom adalah perasaan seperti penipu. Ada perasaan seolah-olah pada suatu hari nanti kita akan ketahuan kalau kita tidak pantas ada di posisi yang kita capai saat ini atau hanya sebuah keberuntungan. Fenomena ini pun terjadi kepada siapapun tanpa pandang status sosial.

Orang yang mengalami gangguan psikologis seperti ini akan selalu merasa bahwa dirinya belum cukup dan selalu merasa tidak pantas ketika pencapaiannya sudah tergapai. Ia merasa harus bekerja lebih keras lagi dan lagi karena dirinya berpikir jika suatu saat nanti Ia akan pantas menerima semua pencapaiannya, Sayangnya, ketika sudah sampai di titik pencapaian, lagi-lagi pikiran dan perasaan ini tidak hilang.

Lambat laun, kondisi ini akan berujung pada gangguan psikologis lainnya seperti kecemasan, depresi, dan rasa bersalah yang berkepanjangan.

Jika Anda mulai merasakan hal-hal seperti yang telah dijelaskan di atas, maka waktunya untuk segera menyadari faktor apa yang yang membuat Anda menanamkan pikiran seperti itu dan cobalah untuk mulai merubah pola pikir Anda dengan argumen yang berbeda. Kalau masih belum bisa mengatasinya sendirian dan dirasa kondisinya semakin parah, maka tidak ada salahnya untuk mencari pertolongan kepada seorang profesional.

Gambar: iStock