Why The BEATLES, WHY ??

0

Siapa tak kenal group musik asal British The Beatles ? Dari usia belasan sampai 70-80 tahun rasanya pasti manggut-manggut mengetahui. Cuma permasalahannya kenapa sih The Beatles begitu terkenalnya ? John Lennon sang pendiri The Beatles bahkan saking percaya dirinya pernah sesumbar The Beatles lebih popular dari Jesus. Hwalah ! tentu menimbulkan protes dan kontroversi sehingga para anak muda membakar piringan hitam, menginjak-injak poster dan membentangkan spanduk ( tahun 1960 spanduk berupa lembaran kain putih dan ditulis cat ) mencaci maki The Beatles khususnya si Lennon.

Tepatnya 11 Agustus 1966, John Lennon mengajukan pembelaan terhadap pernyataannya sendiri, bahwa the Beatles ‘lebih populer daripada Yesus.’ Pernyataan kontroversial itu termuat dalam wawancara Lennon dengan Maureen Cleave, seorang jurnalis Inggris, dan awalnya diterbitkan di Evening Standard pada Maret 1966. Beberapa bulan kemudian, tepatnya di bulan Juli, wawancara ini kemudian di cetak lagi di Datebook, di Amerika Serikat. Itu terkadi jelang konser The Betales di Amerika yang walaupun diwarnai ‘demo’ tetap saja sukses ! Berikut petikan penjelasan John Lennon pada Pers di Amerika jelang konsernya di tahun 1966 :

“Jika saya mengatakan televisi lebih populer daripada Yesus, saya mungkin tak akan punya masalah…,” ia memulai komentarnya. “Saya menggunakan kata ‘Beatles’ sebagai suatu perumpamaan yang jauh… sebagai ‘Beatles yang lain (bukan kami),’ seperti orang lain melihat kami. Saya hanya mengatakan ‘mereka’ memiliki pengaruh yang lebih besar pada anak-anak dan banyak hal lebih dari apa pun, termasuk Yesus.”

“Saya ingin menunjukkan … bahwa kami lebih berarti bagi anak-anak daripada Yesus, atau agama, pada waktu itu. Saya tidak bermaksud melecehkan atau merendahkan, saya hanya mengatakan itu sebagai fakta … memang benar, (itu terjadi) terutama di Inggris daripada di sini (Amerika). Saya tidak mengatakan bahwa kami lebih baik, atau lebih besar, atau membandingkan kami dengan Yesus Kristus sebagai seseorang atau Tuhan sebagai sesuatu atau apapun itu.”

“Ketika seorang wartawan mendesak John Lennon untuk lebih mempertegas penjelasannya, ia menjawab, “Jika Anda ingin saya meminta maaf, jika itu akan membuat Anda bahagia, baiklah, saya minta maaf.”

Walaupun pada akhirnya The Beatles memutuskan itu merupakan konser terakhir mereka di Amerika Serikat. Namun hingga kini, 2018, masih banyak dan tambah banyak para pengagum The Beatles. Rupanya kalimat BEATLES FOREVER memang akan forever. Lagu-lagu mereka abadi dengan lyric sederhana dan khas anak muda, dengan suara yang suka-suka tidak perlu diatur, mereka memukau tanpa akhir.
Yang kontra dari Imelda Marcos ( first lady Presiden Philipina yang sakit hati lantaran saat konser di Philipina The Beatles menolak jamuan sang first lady yang beberapa saat sebelum konser sehingga perlakuan para security bandara dan hotel tidak ramah pada mereka ) hingga Bung Karno Presiden RI pertama yang pernah tampil akrab dengan Marilyn Monroe namun mengatakan musik The Beatles ‘ngak ngek ngok’!
John Lennon, mendirikan The Beatles setelah berganti beberapa kali namanya. Sederet nama sebelumnya adalah : The Black Jacks, The Quarrymen, Johnny and The Moondogs, The Nerk Twin, The Silver Beats, The Silver Beetles hingga The Beatles ! Well…rupanya pepatah Shakespeare What’s in A name, tidak berlaku bagi John Lennon, Paul Mc Cartney, George Harrison dan Ringo Star. Mereka adalah empat sekawan yang genius menurut saya. Bukan cuma jual tampang ! Lennon is a genius seperti kata Freddy Mercury vokalis Queen. Paul Mc Cartney orang yang sangat fokus, George sangat inovatif, Ringo sangat percaya diri. Kombinasi mana yang dimiliki band lain selain The Beatles ? Apalagi mereka sangat penyayang binatang dan datu persatu penganut vegetarian.
Kalau saja The Beatles masih ada, saya pasti akan duduk paling depan dengan membentangkan spanduk : ” You rock ! ” hahaha…tentulah kalimat tersebut nge trend setelah The Beatles bubar !.
But yes…i love the Beatles. Why ? because I love The Beatles..forever!
Artikel sebelumnyaAmerika Serikat, siapa bilang tidak punya Taman Bunga seperti di Eropa ?
Artikel selanjutnyaKetupat, darimanakah dia berasal ?
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Ministry of Women Empowerment. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.