SAYACINTAINDONESIA – London kini menempati peringkat pertama untuk kategori kota terbersih di dunia. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh World Population Review, London, United Kingdom mendapatkan skor tertinggi sebesar 74,94. Kemudian, posisi kedua dimiliki oleh Paris dengan angka 74,90 dan diikuti New York City dengan skor 74,89.
Transformasi London dari kota kotor menjadi bersih
Dimulai sejak tahun 1854, pada saat itu, wabah kolera menyebar luas di London dan mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia. Hal tersebut disebabkan oleh pencemaran lingkungan yang tidak terkendali akibat limbah rumah tangga yang tidak dikelola secara tepat.
Sungai Thames adalah salah satu bukti nyata dari kejadian tersebut. Mulanya, sungai Thames difungsikan sebagai sumber mata air, baik untuk dikonsumsi maupun untuk pengairan lahan pertanian. Namun, akibat membengkaknya populasi penduduk; dan revolusi industri di Inggris, menyebabkan tata kelola limbah menjadi tidak terkontrol.
Akhirnya, penduduk menggunakan sungai Themes sebagai tempat pembuangan limbah rumah tangga (termasuk kotoran manusia). Karena kejadian tersebut, pada musim panas tahun 1858 sungai Thames mendapat julukan sebagai the great stink (bau hebat).
Menanggapi peristiwa itu, pemerintah kota London berusaha keras untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Berbagai program tata kelola sungai mulai direncanakan dan diimplementasikan.
Mulai dari mega proyek konservasi dan modernisasi sistem saluran pembuangan kotoran manusia, perbaikan sistem pembuangan limbah industri, hingga membentuk berbagai satuan yang bertugas untuk mengelola sumber air, sungai; polusi, banjir dan saluran pembuangan kotoran manusia.
Berkat upaya dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan warga, pada akhirnya, London dapat keluar dari krisis besar tersebut. Pemulihan ini tidak berjalan dalam hitungan bulan melainkan puluhan tahun. Sejak sungai Thames dideklarasikan sebagai the great stink, baru pada tahun 1970-an akhirnya Thames terpantau bersih dan kembali berjalan sesuai fungsi awalnya, sebagai sumber mata air dan perairan.
Tidak sampai disitu, keberhasilan program pemerintah London dalam mengatasi pencemaran ini membawa sungai Thames ke dalam daftar sungai terbersih di dunia. Tercatat sekitar 125 jenis ikan berenang di aliran sungai tersebut (termasuk ikan salmon dan trout). Selain itu, sekitar 400 spesies hewan tidak bertulang belakang juga hidup di lumpur, di tengah, dan di tepian sungai. Burung-burung pun sudah tidak segan lagi untuk beterbangan di atas sungai Thames.
Pemerintah kota London hingga saat ini, masih terus mempertahankan program Thames River Clean Up atau “Pembersihan Sungai Thames” agar tetap menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran.
Saat ini pun berbagai program kebersihan lain juga terus dilakukan. Salah satunya adalah waste management. Adapun fokus utama dari program tersebut adalah untuk waste reduction and circular economy (pengurangan sampah dan ekonomi sirkular), recycling (daur ulang), dan energy from waste (energy dari sampah).
klik di sini untuk artikel informatif lainnya.


























