FHUI 87 TOLERAN Tika, Atiek, Ita, Lilis, Ria

Menjaga silaturahim ada berbagai cara. Walaupun sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Kata pepatah, “Silaturahim itu meluaskan pikiran dan memperkaya sudut pandang”. Itu benar adanya !

Maka beberapa orang yang pada tahun 1987 memasuki bangku perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, pada hari Rabu 27 Juni 2018, dimana juga bertepatan dengan hari Pilkada ( pemilihan kepala daerah ) serentak dan libur nasional, berkumpul dalam sebuah pertemuan kecil.

Mereka berkumpul dan intens berkomunikasi dalam sebuah group aplikasi “Whatsapp” atau yang disebut WAG ( whatsapp group ). Group yang dibentuk diberi nama FHUI 87 TOLERAN.

Pemilihan nama group tersebut didasari atas keprihatinan situasi tanah air yang membuat masyarakat  terpecah atau saling berkelompok dan berseteru akibat perbedaan pandangan politik dan juga iklim bernuansa politisasi agama. Tidak bisa dipungkiri karena itulah yang terjadi belakangan ini.

Memang maraknya WAG yang muncul seringkali merepotkan. Dari persoalan tak bisa lepas dari gadget hingga saling adu argumen di dunia maya ( yang tidak hanya terjadi di whatsapp ). Hampir semua orang memiliki WAG. Bercakap-cakap di WAG menjadi makanan sehari-hari dari bangun tidur hingga sebelum berangkat tidur.

Kembali ke WAG FHUI 87 TOLERAN, mengambil momen sehabis Lebaran / Idhul Fitri dan juga saat usai melakukan kewajiban ‘pencoblosan’ maka beberapa perwakilan WAG FHUI 87 TOLERAN merapat ke sebuah restoran di pusat perbelanjaan terkenal Jakarta Selatan.

“Ini pertemuan pertama” ungkap Ria Ariyani Pane yang merupakan salah satu pendiri WAG FHUI 87 TOLERAN. Ria juga aktif dalam berbagai WAG terutama berkaitan dengan masalah toleransi dalam masyarakat yang saat ini sedang labil.

Hadir dalam perwakilan tersebut antara lain Ita Yovita, Atiek Mario, Lilis NSF, Agnes Indah Kartika. Walaupun tidak mewakili seluruh FHUI angkatan 87, namun setidaknya komunitas WAG ini memberikan nuansa tersendiri dalam bersilaturahim sesama mereka yang telah puluhan tahun tidak saling berjumpa secara langsung.

“Kami berharap, akan makin banyak kawan-kawan yang bergabung dalam FHUI 87 TOLERAN. Kami berasal dari satu angkatan dan tentunya akan lebih seru bila anggota bertambah” tegas Ita yang memiliki biro hukum.

“A friend is someone who gives you total freedom to be yourself.”
Teman adalah orang yang memberimu kebebasan penuh untuk menjadi dirimu sendiri. ( Jim Morrison )
Foto : koleksi FHUI 87 TOLERAN

 

Artikel sebelumnyaHari istimewa, libur nasional 27 Juni 2018
Artikel selanjutnyaFourth Of July 2018 jumpa Dubes Amerika Serikat
I am the owner and founder of SCI MEDIA www.sayacintaindonesia.com. With a strong background as a media writer since 1994 from various magazines and newspapers and an independent writer for non-fiction books I have launched built me to have excellent skill in communication with people. I also have the skill to build corporation and personal images such as being coach for beauty contest and working as Artist Manager. I have experience gathering information to write personal biography books along with speaking at seminars and mentoring young women. I was affiliated with more than 50 organizations mostly about women empowerment I was a leader for some projects in Indonesia Ministries. I handled the PR of my party in the presidential election. I have worked with seminars, workshops, talk shows from various topics such as healthy lifestyle, how to become good writer, and others.