SAYACINTAINDONESIA — Mungkin kalian Tak asing lagi dengan teori konspirasi bahwa pendaratan di bulan itu hanyalah sebuah settingan atau teori konspirasi tentang peristiwa 9/11 yang mengklaim bahwa pemerintah Amerika sendiri terlibat di dalamnya. Ketakutan dan ketidakpastian adalah bahan bakar bagi teori konspirasi untuk berkembang
Teori konspirasi sering muncul pada saat terjadinya krisis maupun kejadian yang luar biasa ketika kita merasa cemas akan keadaan yang sudah terlanjur kacau teori konspirasi begitu menawan, karena manusia tidak suka dengan ketidakpastian kita lebih nyaman dengan sesuatu yang dapat diprediksi dan terkontrol.
Doctor Alexandra Cichocka dari Kent University Dalam risetnya menemukan bahwa terdapat hubungan antara narsisme atau kecintaan terhadap diri sendiri dengan kepercayaan akan konspirasi.
Narsisme erat hubungannya dengan kebutuhan akan keunikan mempercayai teori konspirasi membuat seseorang merasa spesial karena merasa mendapat informasi yang lebih daripada orang lain tentang kejadian luar biasa yang terjadi hal lain yang membuat teori konspirasi mudah berkembang, karena manusia mudah sekali terkena bias proporsionalitas yaitu kita seringkali menganggap bahwa kejadian besar harus dijelaskan dengan sesuatu yang besar pula.
Tak hanya itu, fenomena Illusory Pattern Perception membuat kita mudah percaya akan teori konspirasi, yaitu kecenderungan kita untuk melakukan cocoklogi terhadap hal abstrak yang membentuk pola yang sebenarnya tidak ada. Berpikir kritis adalah jurus ampuh untuk menyikapi teori konspirasi dengan benar, selalu bertanya dan selalu mencari bukti bukan hanya asumsi.
Teori konspirasi akan selalu ada dikarenakan imajinasi terbatas manusia itu sendiri, tidak ada salahnya untuk mempercayai suatu teori konspirasi selama itu semua tidak merugikan orang lain beda halnya ketika teori yang kita percaya dan sebarkan mungkin saja membahayakan nyawa orang-orang tak berdosa di luar sana.
Gambar: Unsplash































