Pendiri Astra Tandatangan Pembagian Harta Dalam Keadaan Tak Berdaya

0
Gugatan terhadap Edward, ahli waris pendiri Astra Internasional

Pendiri Astra Internasional William Soeryadjaya atau yang akrab dipanggil dengan sebutan “Om William” adalah seorang pengusaha Indonesia terkenal, karena kesuksesannya ia mendapatkan banyak penghargaan dan pengakuan baik dari dalam maupun dari luar negeri

William meninggal dunia pada tanggal 2 April 2010 lalu di RS Medistra, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya beberapa kali dirawat di ICU karena sakit. Sebagai seorang pengusaha sukses dengan ratusan anak perusahaan, sudah tentu harta kekayaannya akan diwariskan ketangan anak anaknya.

Namun kini seorang wanita bernama Fransiska menggugat anak sulung William yakni Edward  Soeryadjaya perihal harta warisan tersebut. Fransiska Kumalawati Susilo sang penggugat adalah istri Edward Soeryadjaya sejak tahun 1994 dan hingga sekarang masih resmi berstatus sebagai istri sah.

Fransiska menggungat suaminya karena Edward sebagai salah satu ahli waris dianggap melakukan tindakan yang bertentangan dengan apa yang diperintahkan dalam akta wasiat oleh William sebagai pewaris.

Ia bersama pengacara dari Rinto Wardana Law Firm menggugat Edward dan adik adiknya. Dalam berkas gugatan yang dilayangkan oleh Fransiska ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut terdapat beberapa fakta yang mengejutkan, antara lain

1. Perjanjian dibuat oleh Edward dan saudara saudaranya

Untuk urusan harta warisan sebenarnya telah diatur oleh William sebagai Pewaris dalam Akta Wasiat No 30 Tahun 1980.

Namun pada tanggal 24 Oktober 2008 Edward bersama dengan saudara saudaranya membuat Master Agreement berisi tentang pembagian harta warisan, 2 tahun kemudian tepatnya tanggal 15 Januari 2010 Edward Soeryadjaya juga membuat perjanjian pengalihan harta warisan, pelepasan hak dan pengakuan tersebut ditandatangani oleh ke 4 orang adik adiknya

2. Edward tidak melibatkan sang istri

Salah satu klausul yang terdapat dalam perjanjian tersebut mensyaratkan bahwa perjanjian berlaku setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan pasangan suami / istri dari pihak yang membuat perjanjian, namun ternyata Fransiska sebagai istri Edward Seky Soeryadjaya tidak dilibatkan

Sebagai seorang istri Fransiska merasa telah dicurangi oleh sang suami karena dalam perjanjian pengalihan harta warisan tersebut tidak terdapat namanya, sebaliknya yang muncul adalah nama dan tanda tangan wanita lain.

Edward yang kini sedang terjerat dalam kasus korupsi pengelolaan dana pensiun pertamina tersebut dianggap telah melakukan penipuan dan keterangan palsu yang menyamarkan asal usul dan keterangan mengenai Fransiska sebagai istri yang sah

Menurut pengacara Fransiska, Rinto Wardana SH. MH. Tindakan para ahli waris tersebut telah mengakibatkan kerugian bagi kliennya karena hak haknya diabaikan. “Yang diperkarakan adalah pendapatan dari hasil menjual harta bawaan (warisan) oleh Edward, karena hasil penjualan harta bawaan tersebut menjadi bagian dari harta bersama” kata Rinto

Rinto Wardana SH. MH Pengacara dari Fransiska Kumalawati Susilo

3. Master Agreement dibuat dalam bahasa yang tidak dipahami oleh William

Master Agreement yang dibuat oleh Edward bersama adik adiknya ternyata dibuat dalam bahasa Inggris, William tidak paham bahasa Inggris, ia hanya bisa berbahasa Indonesia dan bahasa Belanda. William diketahui pernah belajar ilmu penyamakan kulit di Belanda pada tahun 1947

Oleh sebab itu menurut Fransiska, dapat dipastikan bahwa William tidak mengerti apa yang disepakati dan diperjanjikan dalam master agreement yang dibuat oleh anak-anaknya tersebut.

4. William dalam kondisi sakit dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit

Fransiska menganggap apa yang telah dilakukan oleh suaminya tersebut tidak pantas, karena saat Master Agreement itu dibuat ayah mertuanya sedang terbaring sakit. Tidak lama kemudian William sang pendiri Astra tersebut menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 2 April 2010 di RS Medistra

“Lahirnya perjanjian itu tidak memenuhi syarat yang sah karena almarhum William Soeryadjaya sedang dalam keadaan sakit dan terbaring dirumah sakit, sehingga tidak dapat bertindak secara layak dalam memberikan sikap atas harta warisannya. Oleh sebab itu ketiga perjanjian yang dibuat tergugat bersama saudara-saudaranya harus batal demi hukum”. Ujar Rinto Wardana.

Gugatan Fransiska terhadap ahli waris dari William Soeryadjaya telah bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan bernomor 356/Pdt/PN.Jkt.Pst tertanggal 27 September 2018 tersebut ditujukan kepada Edward Soeryadjaya, Edwin Soeryadjaya, Joyce Soeryadjaya dan Judith Soeryadjaya